Monthly Archives: February 2018

Cara Menyembuhkan Post Power Syndrome

Published by:

Post Power Syndrome adalah rangkaian perilaku yang berbeda dari biasanya, yang dilakukan seseorang setelah dia turun dari jabatannya. Post power syndrome terjadi karena secara mental seseorang belum bisa menerima / belum bisa mengikhlaskan / belum terbiasa berada dalam kondisi yang lebih bawah daripada kondisi sebelumnya.

Biasanya orang yang mengalami post power syndrome baru saja berada pada kondisi hidup yang berada dibawah kondisi sebelumnya. Misalnya pensiunan, purnawirawan, korban PHK, orang kaya yang bangkrut, dan lain sebagainya. Dimana kondisi sebelumnya seseorang tersebut memiliki power atau kuasa tentang sesuatu. Misalnya penghasilannya besar, memiliki anak buah, memiliki fasilitas yang bagus, akses yang luas, dan lain sebagainya. Kemudian dia harus melepaskan power-nya tersebut dan menjalani kehidupannya seperti orang biasa. Tanpa power seperti sebelumnya. Continue reading

Mengatasi Rasa Kecewa Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan

Published by:

Ada salah seorang klien yang menghubungi kami via Chat WA.. Katakanlah namanya Mba Dina (bukan nama asli). Latar belakang, Mba Dina memiliki seorang ibu yang saat ini telah berusia 40 tahun. Mba Dina beserta suami dan anaknya tinggal serumah dengan ibunya. Menurut Mba Dina, sejak kecil Mba Dina tidak merasakan mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya (baik ibu ataupun bapak). Mba Dina merasakan bahwa dirinya diabaikan oleh orang tuanya. Hingga suatu ketika waktu masih SMA dia menjadi anak “nakal.”

“Pagi Mas, saya mau minta pendapat, saya harus bagaimana menghadapi ibu saya yang tidak peduli dengan saya, padahal saya masih ingin kasih sayangnya, bagaimana caranya supaya saya sadar dan rela dengan kondisi ibu saya seperti itu.

Jujur, meskipun saya sudah punya keluarga, memiliki suami dan anak, akan tetapi saya masih merindukan kasih sayang orang tua. Tetapi orang tua saya tidak pernah mengerti saya.

Saya harus bagaimana? Sampai-sampai kemarin saya ketakutan lagi kalau ingat masalah saya sama orang tua saya. Rasanya sudah hancur gak karuan. Padahal saya sudah kasih semuanya untuk ibu saya. Ibu minta HP saya belikan, saya belikan TV, VCD, mesin cuci agar ibu tidak susah lagi untuk cuci baju. Tapi semuanya gak ada nilainya.”

Saya hanya memberikan sedikit saran saja.. Continue reading

Cara Menghindari “Star Syndrome”

Published by:

Artikel ini bersumber dari website www.oktastika.wordpress.com, Star Syndrome adalah sebuah satu ciri-ciri, simtom, atau tanda-tanda tentang perasaan sebagai seorang bintang (star). Orang-orang yang terjangkit star syndrome merasa dirinya adalah seorang bintang, selebritis, atau orang penting. Sehingga perilakunya mencontoh perilaku selebriti, namun sesuai dengan persepsinya sendiri. Setidaknya perilaku selebritis yang dicontoh adalah seperti yang dia anggap tertayang di film, terkabar di infotainment, atau sesuai praduganya sendiri.

Orang yang rawan terkena star syndrome adalah orang yang biasa-biasa saja. Perhatian dari lingkungan pun biasa-biasa saja padanya. Namun pada suatu momen dia mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Ada hal yang membuatnya menjadi spesial. Bisa jadi karena dia berprestasi di suatu bidang, atau berjasa pada suatu peristiwa, atau apapun. Atau bisa juga menjangkiti seseorang yang baru saja menjadi public figure. Misalnya penyanyi, seniman, pejabat kampung, motivator, ustad, dosen, dan lain-lain, yang baru saya mendapat perhatian dari masyarakat melalui profesinya tersebut. Continue reading

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera