Alasan Pria Selingkuh Dan 4 Macam Selingkuh

Selingkuh adalah sebuah fenomena yang selalu seru untuk dibicarakan. Bahkan dalam program siaran saya di salah satu radio swasta di Surabaya, selingkuh menjadi topik yang menarik banyak pendengar untuk ikut berinteraksi melalui telepon dan sosial media. Bagaimana dengan Anda, apakah “selingkuh” juga merupakan hal yang menarik untuk kita bicarakan ??
 
Pada dasarnya “selingkuh” bermakna menjalin hubungan kasih (romantisme dan seksual) diluar hubungan formal yang sedang berlangsung, dan tanpa disetujui oleh pasangan formalnya. Jadi selingkuh hanya bisa dilakukan oleh orang yang telah memiliki ikatan kasih secara formal. Ikatan kasih dalam budaya sekarang bisa berupa jadian (pacaran), tunangan, atau menikah.
 
Berbagai bentuk kasus perselingkuhan pernah datang ke tempat kami. Umumnya adalah orang-orang yang sakit hati karena diselingkuhi pasangannya. Meskipun pula ada beberapa orang pelaku selingkuh, yang ingin berhenti melakukan selingkuh, namun terjebak pada konflik perasaannya sendiri.

Dari berbagai pengalaman menangani kasus perselingkuhan, kemudian saya mencoba untuk mengelompokkannya dalam beberapa macam. Sehingga dalam menanganinya menjadi lebih mudah. Dan bagi Anda, bisa menjadi tambahan wawasan dan juga instrospeksi ketika Anda sebagai pelaku selingkuh, atau orang yang diselingkuhi oleh pasangan Anda.
Sampai saat ini, saya mengelompokkan selingkuh menjadi 4 macam. Yakni Selingkuh salah paham, Selingkuh dengan niat, Selingkuh mencari perhatian, dan Selingkuh “sakit jiwa”. Dan berikut ini akan saya coba uraikan satu per satu.
 
1. Selingkuh salah paham
Model selingkuh ini paling sering terjadi di masyarakat. Pada selingkuh model ini, belum tentu benar-benar terjadi perselingkuhan. Namun hanya salah paham, atau sekedar tuduhan saja. Meski demikan, Selngkuh salah paham ini, jika tidak cepat diselesaikan dengan akal sehat dan kasih sayang, maka bisa menjadi perselingkuhan yang sebenarnya.
 
Saya menyebut model selingkuh ini adalah model selingkuh yang banyak terjadi di masyarakat. Penyebabnya adalah karena masyarakat tidak memiliki devinisi yang paten tentang selingkuh. Khususnya berkaitan tentang perilaku akrab, yang ketika seseorang melakukannya bisa dianggap selingkuh. Misalnya makan siang berdua, boncengan naik motor, ngobrol dengan akrab, berbicara di telepon dan lain-lain. Masyarakat akan lebih mudah mengenali perilaku selingkuh jika muncul perilaku yang mengandung unsur romantis dan seksual, yang dilakukan oleh sepasang orang yang tidak memiliki ikatan kasih secara formal. Misalnya berciuman, atau berbicara dengan kata-kata mesra.
 
Selingkuh salah paham, sangat mudah terjadi ketika orang yang merasa diselingkuhi, terlalu cepat mempersepsi perilaku pasangannya. Misalnya seorang istri yang secara tidak sengaja melihat suaminya berboncengan dengan cewek ketika jam kerja. Kemudian si istri ini mempersepsi bahwa suaminya sedang selingkuh dengan teman kerjanya. Disinilah selingkuh salah paham telah terjadi.
 
Hal tersebut akan menjadi masalah, jika kemudian si istri menuduh suamimnya selingkuh. Tanpa konfirmasi pada sang suami, dan tanpa infomrasi pendukung lainnya. Tuduhan ini bisa memperkeruh suasana, dan mengarah pada mewujudkan selingkuh yang sebenarnya. Padahal jika sang istri bersedia untuk tenang sehingga akal sehat mudah digunakan. Maka akan muncul banyak analisa, apakah suami yang berboncengan dengan cewek tersebut pasti sedang selingkuh ? Bagaimana jika mereka hanya rekan kerja yang mendapat tugas untuk melakukan urusan di luar kantor ? Atau bisa jadi sang suami sedang membantu cewek tersebut yang baru saja dirampok untuk mengejar penjahat ?
 
Mungkin analisa-analsia tersebut teresan sekedar omong kosong. Khususnya bagi Anda yang telah terbakar emosi prasangka buruk. Namun pertanyaan-pertanyaan tadi, layak untuk Anda jadikan pertimbangkan. Sebelum menuduh pasangan Anda telah melakukan selingkuh.
 
Disamping itu, perlu dipahami secara bijaksana pula, bahwa saat ini banyak sekali pekerjaan yang dalam pelaksanaanya rawan orang lain menganggapnya sedang selingkuh. Misalnya driver taxi online, dokter, konselor, marketer, terapis, guru privat, peramuniaga, tour leader dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda sebagai pasangan mendiskusikan dan menyepakati indikator selingkuh. Khususnya jika Anda atau pasangan Anda menekuni pekerjaan yang rawan disangka selingkuh.
 
2. Selingkuh dengan niat
Selingkuh dengan niat adalah model selingkuh yang memang disengaja. Biasanya model selingkuh ini dilakukan oleh orang-orang yang menjalin hubungan formal dengan keterpaksaan. Atau orang-orang yang telah bulat tekatnya untuk mengakhiri hubungan formal, namun terbentur oleh berbagai hal. Sehingga hubungan fortmal tersebut tidak kunjung berakhir.
 
Orang yang melakukan selingkuh dengan niat, maka ia akan sangat senang jika hubungan formalnya cepat berakhir. Sepertinya dia berada pada kondisi yang sangat siap jika sewaktu-waktu hubungan formalnya telah berakhir.
 
 
3. Selingkuh mencari perhatian
Model selingkuh ini adalah model selingkuh yang unik. Pelaku selingkuh untuk mencari perhatian ini pada dasarnya adalah orang yang sangat sayang pada pasanganya. Namun ada celah dimana si pasangan tidak bisa dengan tepat memberikan perhatian. Maka kebutuhan akan perhatian yang tidak terpuaskan ini dicarinya dari orang lain. Apa saja bentuk perhatian atau kebutuhan seseorang yang sebaiknya bisa dipenuhi oleh pasanganya, akan saya ceritakan pada seri berikutnya.
 
Biasanya, pelaku selingkuh model ini, tetap selalu sayang dan perhatian pada pasangan dan keluarganya. Dia hanya ingin mendapatakan salah satu elemen kebahagiaan yang tidak bisa ia dapatkan dari pasangan resminya. Dan ia tidak ingin memaksa pasangannya untuk memuaskannya. Maka ia mencarinya dari orang lain. Oleh karena itu, ia mudah sekali untuk bertobat, jika perilakunya ini menyakiti hati pasangannya.
 
4. Selingkuh “sakit jiwa”
Selingkuh sakit jiwa adalah selingkuh yang dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kondisi psikologis tertentu. Meskipun ia telah memiliki pasangan yang bisa memberikan perhatian, namun ia masih ingin mendapatkan lebih banyak perhatian dari lebih banyak orang.
 
Biasanya pelaku selingkuh sakit jiwa, jika ditanya secara sadar, ia akan mengakui bahwa ia sangat sayang pada pasangannya. Dan dia berjuang mati-matian agar hubungan formalnya tetap terjaga. Namun dia memiliki dorongan yang kuat untuk mencari perhatian dari orang lain pula.
 
Misalnya pasangan formalnya memergokinya sedang selingkuh. Maka pelaku selingkuh sakit jiwa, dengan ekspresi yang sangat meyakinkan, akan minta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Namun karena kebutuhan akan perhatian yang besar, maka ia akan mengulanginya lagi. Baik dengan orang yang sama atau orang lain.
 
Demikian uraian macam-macam selingkuh. Semoga bisa menambah pengetahuan Anda, sehingga lebih bijaksana dalam menyikapi fenomena selingkuh. Tentang bagaimana cara menyikapi perselingkuhan tersebut, khususnya bagi korban selingkuh, akan saya share pada seri berikutnya.
Semoga bermanfaat.
 
Ditulis oleh : Oktastika untuk Media Sugesti
Informasi motivasi korban selingkuh : WA 085105224499
WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera