Belajar Hipnoakting di Surabaya

Hipnoakting merupakan metode latihan akting yang menggunakan pendekatan hipnosis. Untuk bisa mempelajarinya, penting bagi anda mengetahui apa itu hipnosis dan bagaimana kaitannya dengan dunia akting. Berangkat dari definisi, prinsip atau cara kerja hipnosis, maka dapat kita lihat pertautan antara hipnosis dengan akting sebagai berikut:

  1. Hipnosis merupakan suatu kondisi ketika perhatian sedang terpusat, sehingga meningkatkan tingkat sugestibilitas. Di sinilah pertautan pertamanya, dimana langkah awal berakting adalah pemusatan pikiran, sehingga tubuh, nafas dan rasa selaras, kemudian membentuh kesatuan yang utuh, dalam gerak, ekspresi (akting).
  2. Hipnosis merupakan teknik berkomunikasi untuk mempengaruhi seseorang dengan mengubah tingkat kesadarannya atau menurunkan gelombang otaknya. Sementara dalam akting, tentu teknik berkomunikasi atau berdialog juga dipelajari, mengingat aktor adalah komunikator (penyampai pesan), sehingga tujuan mempengaruhi penonton atau meyakinkan khalayak terwujud.
  3. Hipnosis bisa juga disebut sebagai seni tentang eksplorasi pikiran bawah sadar. Dalam berakting, eksplorasi pikiran bawah sadar mutlak digunakan. Sebab kekayaan akting bermodal dari kekuatan bawah sadar (rasa) kita.
  4. Definisi lain menyatakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami kesadaran yang meningkat. Akting, sekali lagi, harus dilakukan dengan kesadaran penuh, yang terus tumbuh dan berkembang (meningkat). Karena akting merupakan upaya sadar dengan tubuh sebagai media utamanya, untuk meyakinkan.
  5. Prinsip dasar hipnosis adalah “anda adalah apa yang anda pikirkan”. Kalimat inilah yang juga diucapkan seorang aktor (dalam hatinya) ketika hendak memasuki suatu peran yang akan dimainkan. Kalimat itu akan menggiring aktor pada ruang imajinasi atas tokoh, lengkap dengan karakter dan perwatakannya, suasana, bahkan setting.
  6. Prinsip dasar lainnya menyebutkan bahwa hipnosis hanya akan terjadi ketika seseorang bersedia. Itu juga terjadi dalam pemeranan, dimana hanya aktor yang ikhlas yang mampu berperan atau berakting. Dibutuhkan kejujuran dan kerelaan yang utuh untuk mengenal sosok dirinya, kemudian mengenal sekaligus menjadi tokoh yang akan diperankan. Semua harus dengan kesadaran penuh, sehingga aktor bisa kembali pada sosoknya lagi.
  7. Dan satu lagi persamaan prinsip akting dan hipnosis adalah sama-sama fenomena alami yang pasi terjadi dalam kehidupan.

 

Langkah-langkah Hipnoakting .

Hipnosis memiliki langkah-langkah atau standar formal, yaitu pra induksi, induksi, deepening, sugesti dan terminasi. Pada hipnoakting, tentu juga menganut 5 langkah ini, meski dalam aplikasinya nanti, standar ini tidak selamanya ketat dipergunakan. Dari uraian berikut ini akan anda lihat proses laku akting dalam langkah-langkah hipnosis:

  1. Pra induksi.

Adalah langkah sebelum melakukan hipnoakting. Langkah ini bertujuan:

– Identifikasi diri (karakter pribadi, fisik-non fisik).
– Identifikasi tokoh atau peran (semua varian pada tokoh).
– Observasi (karakter dan suasana).

Adalah langkah awal memulai proses hipnoakting. Intinya relaksasi, agar tidak terjadi ketegangan ketika berakting. Ada banyak cara untuk melakukan induksi, diantaranya:

– Mengenal diri.

Anda diajak mengosongkan pikiran. Kemudian membayangkan diri anda secara utuh (visualisasi diri). Pada tahap ini, keyakinan yang harus anda bangun adalah “segala yang kita butuhkan, sejatinya sudah ada dalam diri kita”. Sehari-hari senantiasa bersama kita. Hanya saja kita belum mengenalnya. Lain halnya jika kita masih meyakini sebuah pencarian. Sebab pencarian dilakukan dengan anggapan bahwa segala sesuatu yang dibutuhkan, berada di luar dirinya. Pencarian justru menyebabkan kegersangan dalam sebuah proses kreatif. Sementara mengenal, mengandung optimisme atau dengan kata lain, anda telah maju selangkah menuju menjadi. Jadi, berkenalanlah! Kepada siapa kita harus berkenalan? Tentunya kepada kerabat terdekat kita, yaitu tubuh dan segala isinya (organ-organ yang menyertainya). Anda akan diajak menjelajahi tubuh secara keseluruhan, berterima kasih kepadanya dan mengajaknya untuk sampai pada tujuan.

– Merespon musik.

Musik secara luas bisa kita artikan sebagai bunyi dan suara.Tidak mutlak berbentuk lagu. Biasanya untuk sebuah latihan awal, yang kita butuhkan adalah musik berirama pelan, seperti musik klasik misalnya, hingga musik yang lebih rancak, misalnya musik samba. Langkahnya hampir sama dengan mengenal diri, hanya saja di sini kita diajak merespon musik. Masing-masing bagian tubuh dibebaskan mengikuti alunan musik. Hindari merancang gerak, menganalisa baik atau buruk gerakan anda. Bergerak saja! Dan nikmati musik dengan kebebasan anda! Hingga akhirnya tubuh menyatu dalam gerak yang utuh.

– Imajinasi tokoh atau peran.

Anda diajak langsung membayangkan tokoh atau peran seperti bercermin. Dan ini tidak hanya wujud fisik yang diam, tapi juga ekspresi atau wujud bergerak (hidup). Jika kuat imajinasi anda, ajak tokoh atau peran anda berdialog, apa saja, tentunya dengan kejujuran dan sekali lagi, kebebasan.

Adalah bagian lanjutan dari relaksasi. Artinya anda akan diajak masuk lebih dalam ke alam bawah sadar, di mana anda nantinya bereksplorasi. Yang anda harus lakukan pada tahap ini adalah:

– Menghidupkan imajinasi tokoh atau peran.
– Melepaskan karakter diri.
– Masuk pada tokoh atau peran (menjelmakan).
– Merasakan kehadiran tokoh atau peran.

Adalah rangkaian kalimat positif untuk menanamkan nilai positif dalam pikiran bawah sadar. Pada hipnoakting, sugesti bisa berupa:

– Tema.
– Naskah cerita atau skenario.
– Petunjuk laku akting.
– Perintah untuk utuh menjadi, dan sebagainya.

Adalah langkah terakhir dalam rangkaian hipnoakting, di mana anda akan diajak kembali pada level kesadaran penuh. Sehingga anda akan menuju tindakan (akting), utuh menjadi dan biarkan menjadi, tokoh atau peran yang anda mainkan. Lenyap sudah kepura-puraan. Yang ada hanya berperan dengan sungguh-sungguh, hidup dan menghidupi.

 

Unsur-unsur Hipnoakting

– Kepekaan emosi (pengendalian emosi).
– Imajinasi (daya cipta gerak estetik dan spontanitas).
– Ekspresi (berupa mimik dan gestur untuk fleksibilitas emosi).
– Sugesti (mempengaruhi dan dipengaruhi mentalitas keaktoran).

  1. Mentalitas keaktoran.

– Sugesti (menciptakan fleksibilitas emosi).
– Konsentrasi (menjaga stabilitas akting).
– Karakteristik (pola individu aktor dan pemeranan, audio-visual).

  1. Intelektualitas keaktoran.

– Karakteristik (pola individu aktor dan pemeranan, audio-visual).
– Kecerdasan pikiran.
– Ego (sebagai penyemangat).
– Logika (mempengaruhi persepsi dan improvisasi).

 

Latihan Dasar Ekspresi

Ekspresi dalam hipnoakting merupakan hal mendasar. Ungkapan emosi atau rasa, yang bersumber dari bawah sadar. Latihan ekspresi pada metode terapan latihan teater atau drama, ada bermacam-macam. Untuk lebih efektif, dalam hipnoakting ini, anda akan diperkenalkan dengan latihan olah ekspresi yang hanya mengandalkan daya cipta seketika atau spontanitas. Sebab ekspresi yang spontan, lahir dari bawah sadar anda. Dan setiap bentuk yang lahir dari rasa, sudah pasti cantik atau estetik, sebab tanpa kepura-puraan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Ambil posisi (bebas), ada baiknya sambil duduk di kursi single. Punggung tegak lurus, bertumpu pada tulang belakang dan harus tenang, relaks.
  2. Fokus pada pernafasan, yakni tarikan nafas dan keluaran nafas.
  3. Anda hanya diminta untuk menjadi sosok yang siap. Namun hindari merancang bentuk-bentuk ekspresi yang akan anda produksi, menganalisa tentang baik atau buruk ekspresi anda. Buang jauh-jauh hal itu! Karena itu hanya akan membuat anda tegang dan ekspresi tidak lahir dari rasa.
  4. Dan ketika siap, atau ada perintah untuk berekspresi, maka berekspresilah di setiap anda menghembuskan nafas. Sekali lagi, bebas dan Semakin anda leluasa dalam berekspresi, maka semakin kaya daya cipta anda.

 

Bahasa Wajah (face language)

Anda telah melatih daya cipta dalam ekspresi secara utuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung jemari kaki. Di dalam ekspresi itu, ada satu bagian ekspresi yang seringkali menjadi pusat perhatian, yakni ekspresi wajah. Dalam hipnoakting, ekspresi wajah inilah yang dinamakan “bahasa wajah” (face language). Tujuan dari bahasa wajah adalah:

  1. Mengenal karakter wajah.

– Bentuk dasar wajah.
– Potensi ekspresi wajah.

  1. Mengolah ekspresi wajah.

– Fisik (mimik muka).
– Rasa (fleksibikitas emosi muka).
– Respon seketika (spontanitas).
– Daya cipta wajah.

Bagi Anda yang berminat untuk Belajar Hipnoakting di Surabaya bisa menghubungi Bapak Luky 082233628477. Anda akan dipandu langsung oleh Bapak Luky (praktisi hipnoakting di Surabaya).

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera