Terapi Pikiran Bahagia (Depan A)

Virtual Forgiveness cocok untuk orang yang tidak bisa menyelesaikan masalah secara live – testimoni Nuke (karyawan swasta)
Menurut saya, buku Terapi Pikiran Bahagia itu bagus banget, sederhana dan apa adanya. Saya paling suka kata-kata “Jika sesuatu bisa dibikin gampang, ngapain dibuat sulit ?!”. It’s cool. Terus Virtual Forgiveness oke banget. Cocok untuk orang-orang yang bermasalah tapi ga bisa menyelesaikannya secara live. Sekarang saya lebih lega banget. Sekarang sudah tidak ada lagi yang mengganjal. Jadi lebih enak dan tenang. Terimakasih banyak mas Okta.
Nuke

—————-

 

Opening of mind benar-benar lebih spektakuler – testimoni dari Pdt. Suwignyo, Th.D
Buku terbaru. Judulnya Terapi Pikiran Bahagia. Sub judulnya Cara Cepat dan Terhormat Agar Hidup Lebih Sukses, Lebih Berkualitas, dan Spektakuler. Saya menyingkatnya: TPB). Buah karya Bung Oktastika Badai Nirmala ini telah saya baca dalam ‘sekali tarikan nafas’. Artinya: baca cepat, cermat, dan tepat. Sekali baca, tuntas. Tanpa selingan pembacaan buku lain. Alasannya: buku TPB sangat menarik. Jenis kertasnya, putih jernih. Tampilan sampul depan, cerah, sangat cerah.
Isinya terapi. Pengobatan. Perspektifnya berpikir dan berujar secara positif. Hanya secara indikatif, tidak langsung, terapi mengandaikan ada bagian dari kehidupan yang sakit. Artinya, bagi pembaca yang merasa dirinya sehat wal afiat, mungkin tidak segera tertarik membaca TPB.
Sekiranya tertarik, seperti saya juga tertarik membacanya, TPB adalah terapi yang cepat. Karena dipermudah bagi ‘awam’ tentang struktur pikiran manusia. Juga terhormat. Pembaca diapresiasi sebagai partner ngobrol. Pembaca, subjek, difasilitasi banyak ragam terapi atas setiap situasi yang khas. Aneka ragam terapi telah diseleksi berdasar prinsip ilmiah. Saya merasa begitu. Jadilah TPB sebuah buku manual untuk meng-install soft ware pikiran bahagia.
Lebih Sukses, Lebih Berkualitas, dan Spektakuler. Justru dilakukan oleh subjek sendiri. Cara dan ragam bahagia bagi subjek bertipe visual, auditori, atau kinestetik ditentukan sendiri. Misalnya, saya. Bertipe kinestetik. Kurang tertarik dengan visual ‘wortel’. Juga kurang terkesan pada bunyi-bunyian. Pintu masuk bagi tipe kinestetik saya adalah percakapan mendalam yang meyakinkan. Tersedia juga di dalam TPB.
Langkah kaki saya, dua langkah lebih cepat. Itu hal riil dan terasakan. Omongan saya berkarakter lebih cerdas, lebih pas. Keputusan lebih mantap. Kalimat tertulis lebih pendek, bernas. Kondisi fisik lebih sehat, lebih bugar: mandi dingin air kran lebih berani. Opening of mind benar-benar lebih spektakuler.

Pdt. Suwignyo, Th.D

—————————-