Cara Menangani Anak Mogok Sekolah

Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Sebuah momen yang ditunggu-tunggu setelah sekian waktu lamanya anak usia sekolah menikmati libur panjang. Apalagi tahun ini libur kenaikan kelas mengiringi libur hari raya Idul Fitri tahun 2017.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga termasuk parents yang kembali melakoni jibaku pagi hari persiapan anak sekolah ? ☺

Sebagian anak hari ini menikmati kelasnya yang baru. Setingkat lebih tinggi dari kelas sebelumnya. Meskipun masih di sekolah yang sama. Dan sebagian anak lainnya hari ini mulai menapaki sekolahnya yang baru.

Ditengah gegap gempitanya hari pertama masuk sekolah, ada saja peristiwa yang membuat galau hati parents. Khususnya jika anak Anda mogok (tidak mau) sekolah. Baik pada level TK hingga SMA. Apakah ada diantara Anda yang sedang mengalami hal ini ??

Untuk menangani anak yang mogok sekolah, tidak bisa menggunakan satu resep yang bisa digunakan oleh setiap orang. Untuk menangani ini, dibutuhkan pengkajian mendalam tentang kondisi psikologis anak dan parents. Bisa saja Anda membutuhkan bantuan konselor profesional untuk memahami kondisi anak Anda yang mogok sekolah.

Namun jika Anda ingin menanganinya sendiri, terdapat hal-hal yang perlu Anda perhatikan baik-baik secara bijaksana. Diantaranya aedalah :

  1. Apakah Anda atau pasangan Anda merupakan orang yang takut untuk masuk pada lingkungan baru, atau takut melakukan hal-hal baru ??

Jika Anda atau pasangan Anda memiliki ketakutan untuk masuk pada lingkunagn baru, atau takut melakukan hal-hal baru. Maka hindari untuk menyalahkan anak Anda. Bisa jadi anak Anda sejak dia dalam kandungan, sudah mempelajari sifat ini. Yang sekarang dia aplikasikan saat dia akan masuk kelas baru.

Yang perlu Anda lakukan adalah, coba rubahlah perspektif tentang diri Anda. Bahwa Anda adalah orang yang percaya diri untuk masuk dalam lingkungan baru, ataupun melakukan aktivitas baru. Ketika Anda berubah menjadi lebih percaya diri. Maka berangsur-angsur anak Anda pun akan menjadi percaya diri. Untuk proses lebih cepat dan tepat, ada baiknya Anda menghubungi konselor profesional di tempat Anda.

2. Apakah Anda atau pasangan Anda merupakan orang yang butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi dalam lingkungan baru ??

Jika memang Anda atau pasangan Anda adalah orang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi pada lingkungan baru. Sama halnya dengan poin pertama tadi. Bisa jadi anak Anda sedang meng-copy perilaku Anda.

Yang perlu Anda lakukan adalah memberikan waktu lebih untuk anak Anda beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hindari untuk memaksanya untuk melakukan hal yang dia belum ingin lakukan. Ijinkan dia melakukan sesuatu sesuai kesiapannya sendiri.

3. Apakah pernah anak Anda mengalami peristiwa traumatik yang berkaitan dengan sekolah (lingkungan sekolah, teman-teman sekolah, peristiwa di sekolah, dll) ?

Misalnya mungkin pernah menjadi korban bullying, atau menyaksikan orang dibully, atau merasa terbully; pernah menjadi korban pelecehan, atau melihat orang dilecehkan; atau merasa dilecehkan. Dan lain sebagainya. Baik berkaitan dengan kekerasan fisik, kekerasan verbal, pelecehan seksual, bobot materi pelajaran, tempramen guru, dan banyak lagi kemungkinannya.

Jika demikian kondisinya, Anda perlu berkonsultasi langsung dengan konselor profesional yang berbasic psikologi.

Dengan saking banyaknya kemungkinan penyebab anak mogok sekolah. Sekali lagi saya mengajak Anda para parents untuk lebih peka dalam membaca perilaku anak Anda. Setiap orang adalah unik. Begitu pula anak. Maka meskipun permasalahan yang dihadapi sama, namun setiap anak memiliki latar belakang, kondisi psikologis, dan penanganan yang berbeda.

 

#KataMasOkta

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera