Cara Menghindari “Star Syndrome”

Artikel ini bersumber dari website www.oktastika.wordpress.com, Star Syndrome adalah sebuah satu ciri-ciri, simtom, atau tanda-tanda tentang perasaan sebagai seorang bintang (star). Orang-orang yang terjangkit star syndrome merasa dirinya adalah seorang bintang, selebritis, atau orang penting. Sehingga perilakunya mencontoh perilaku selebriti, namun sesuai dengan persepsinya sendiri. Setidaknya perilaku selebritis yang dicontoh adalah seperti yang dia anggap tertayang di film, terkabar di infotainment, atau sesuai praduganya sendiri.

Orang yang rawan terkena star syndrome adalah orang yang biasa-biasa saja. Perhatian dari lingkungan pun biasa-biasa saja padanya. Namun pada suatu momen dia mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Ada hal yang membuatnya menjadi spesial. Bisa jadi karena dia berprestasi di suatu bidang, atau berjasa pada suatu peristiwa, atau apapun. Atau bisa juga menjangkiti seseorang yang baru saja menjadi public figure. Misalnya penyanyi, seniman, pejabat kampung, motivator, ustad, dosen, dan lain-lain, yang baru saya mendapat perhatian dari masyarakat melalui profesinya tersebut.

Kondisi orang yang mengalami star syndrome mirip dengan orang yang mengalami “waham kebesaran”.

Ciri-ciri star syndrome :

  1. Merasa dirinya orang terkenal.
  2. Hanya menggunakan produk terkenal saja. Atau malu menggunakan produk dengan brand biasa-biasa saja.
  3. Hanya makan di tempat makan berkelas tinggi.
  4. Selalu minta fasilitas tertinggi.
  5. Merasa orang lain harus tunduk dan hormat padanya.
  6. Maunya selalu harus dilayani, disambut, dan dielu-elukan.
  7. Enggan menjalin komunikasi dengan orang yang strata sosialnya biasa-biasa saja. Terkadang senyum pun enggan.
  8. Mendominasi pembicaraan dengan tema kelas tinggi.
  9. Merasa harus tampil sangat sempurna.

Dampak negatif dari orang-orang yang terkena star syndrome adalah, pada umumnya dirinya sangat melekat dengan persepsi dirinya sebagai bintang. Sehingga ketika terjadi kondisi dimana ke-bintang-an-nya tercabut, terabaikan, atau ada orang yang lebih star dari dia. Maka dia akan rawan mengalami depresi dan bahkan mengalami psikosomatis. Yakni penyakit fisik yang disebabkan oleh ketertekanan kondisi psikologis.

Cara menghindari star syndrome :

  1. Yakini bahwa kehebatan Anda adalah milik Tuhan. Bukan milik Anda. Ya kebetulan saja saat momen tersebut Tuhan menitipkan secuil kehebatanNya pada Anda.
  2. Yakini bahwa segala film dan berita selebriti adalah dirancang untuk hiburan saja. Bukan untuk wajib diteladani.
  3. Membiasakan diri selalu rendah hati. (bukan rendah diri).
  4. Yakini bahwa setiap orang memiliki keunggulannya masing-masing. Dan setiap keunggulan ini memiliki masa berlaku sesuai kehendak Tuhan.
  5. Ketika keunggulan yang Anda miliki, tercabut atau tersaingi. Yakini bahwa Tuhan pasti memberikan Anda peluang yang lain untuk Anda tetap bertahan dalam kehidupan ini.
  6. Perpanyak referensi tentang kehidupan dari berbagai strata sosial. Termasuk para orang hebat yang tetap rendah hati.

Semoga segala keunggulan Anda menjadikan Anda semakin rendah hati bagai padi yang makin berisi, makin merunduk.

Semoga bermanfaat….

#RenunganPerjalanan #TerapiPikiranBahagia #KataMasOkta #KataMotivasi

++++++++++++++++++++

Appointment konsultasi motivasi & hipnoterapi / seminar motivasi & seminar parenting

WA: 085105224499

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera