Cara Menyembuhkan Post Power Syndrome

Post Power Syndrome adalah rangkaian perilaku yang berbeda dari biasanya, yang dilakukan seseorang setelah dia turun dari jabatannya. Post power syndrome terjadi karena secara mental seseorang belum bisa menerima / belum bisa mengikhlaskan / belum terbiasa berada dalam kondisi yang lebih bawah daripada kondisi sebelumnya.

Biasanya orang yang mengalami post power syndrome baru saja berada pada kondisi hidup yang berada dibawah kondisi sebelumnya. Misalnya pensiunan, purnawirawan, korban PHK, orang kaya yang bangkrut, dan lain sebagainya. Dimana kondisi sebelumnya seseorang tersebut memiliki power atau kuasa tentang sesuatu. Misalnya penghasilannya besar, memiliki anak buah, memiliki fasilitas yang bagus, akses yang luas, dan lain sebagainya. Kemudian dia harus melepaskan power-nya tersebut dan menjalani kehidupannya seperti orang biasa. Tanpa power seperti sebelumnya.

Pada beberapa kasus post power syndrome, yang terjadi adalah keluarga atau lingkungan terdekat dibuat bingung dan stress oleh orang yang mengalami post power syndrome tersebut. Karena secara umum muncul perubahan perilaku yang bersifat merasa seperti masih memiliki power. Ketika dalam kenyataannya dia sudah tidak memiliki anak buah, maka keluarga atau lingkungan terdekatnyalah yang seakan dijadikan anak buahnya dia. Meski demikian sering kali orang yang mengalami post power syndrome  tidak merasa memiliki masalah.

Perilaku yang biasanya terjadi pada orang yang mengalami post power syndrome :

  1. Merasa dirinya tidak dihormati atau tidak dihargai.
  2. Mudah ngambek.
  3. Mudah tersinggung.
  4. Mudah marah.
  5. Suka memerintah.
  6. Suka traktir yang berlebihan.
  7. Suka beli barang-barang yang tidak perlu.
  8. Mendominasi pembicaraan.
  9. Suka menyendiri

 

Cara mencegah terjadinya post power syndrome  sebaiknya dilakukan beberapa tahun sebelum seseorang memasuki masa pensiun, diantaranya adalah :

  1. Temukan kegiatan sampingan yang produktif, atau berkaitan dengan interaksi dengan orang lain. Misalnya membuka bisnis, baik yang ditangani sendiri atau dibantu karyawan; menjadi pengurus organisasi kemasyarakatan; menjadi pengurus atau anggota aktif komunitas hobby.
  2. Hindari untuk mengkultuskan suatu profesi, pekerjaan, ataupun rencana usaha.
  3. Mendekatkan diri pada Tuhan dan semakin merasa bahwa setiap jabatan, penghasilan, fasilitas, hingga akses, merupakan amanah dan titipan Tuhan. Jika masa-nya habis, maka semua itu akan diambil oleh Tuhan.

 

Cara menangani kondisi post power syndrome berikut ini dilakukan saat sudah terlanjur terjadi kondisi post power syndrome. Ada dua pihak yang terlibat dalam penanganan ini. Pihak pertama adalah orang yang mengalami post power syndrome. Selanjutnya pihak kedua adalah keluarga atau lingkungan terdekat orang tersebut. Caranya adalah :

Untuk orang yang mengalami post power syndrome :

  1. Sebaiknya mulai menyadari perubahan perilaku dan emosi lingkungan yang disebabkan oleh perilaku Anda.
  2. Coba lakukan kegiatan yang melibatkan orang-orang di lingkungan sosial Anda. Misalnya menjadi anggota aktif atau pengurus organisasi kemasyarakatan atau paguyuban.
  3. Temukan aktivitas yang bermanfaat untuk masyarakat. Dengan ini diharapkan Anda mendapatkan kehormatan dan pengakuan sosial.
  4. Sibukkan hari-hari Anda dengan aktivitas-aktivitas tersebut.

Untuk keluarga atau lingkungan orang yang mengalami post power syndrome :

  1. Segala omelan dan mungkin bahkan cacian orang yang sedang mengalami post power syndrome, tolong hindari untuk dimasukkan hati atau dianggap serius. Jika Anda melanggar poin ini, maka bersiaplah dalam waktu singkat Anda gantian yang mengalami stress.
  2. Selalu ajak orang yang mengalami post power syndrome untuk melakukan kegiatan yang melibatkan lingkungan sosial.
  3. Bantu dia untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaat.
  4. Boleh pula diberikan tanggung jawab (dimintain tolong) untuk melakukan sesuatu. Sehingga dia merasa dirinya masih dibutuhkan dan dihargai.
  5. Hindari untuk membentak, berkata kasar, ataupun berbicara dengan nada yang tinggi. Untuk menjaga harda dirinya.

 

Demikian ulasan tentang post power syndrome.

Semoga Anda mendapatkan inspirasi dan motivasi dari tulisan ini.

 

Oktastika Badai Nirmala

#KataMasOkta

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera