Suatu hari ada seorang pemuda yang sedang belajar naik mobil. Ia dipandu oleh instruktur.

Metode pengajaran sang instruktur sangat unik, ia tidak memberitahukan fungsi masing-masing mobil sebelum anak didiknya mencoba dan menanyakan.

Sang pemuda kemudian berinisiatif mulai menjalankan mobil, karena grogi ian berfokus pandangan kedepan sehingga ketika ia rem mendadak tiba2 ditabrak mobil dari belakang…

Sang instrukturpun kemudian menenangkan dan berkata “gunakanlah spion untuk melihat keadaan dibelakang.”

Sang pemudapun melanjutkan perjalanannya, akan tetapi karena trauma ditabrak dari belakang maka ia asyik melihat spion, dan tiba-tiba ia menabrak tiang didepannya.

Sang instruktur dengan tersenyum berkata “Mobil bisa berjalan dengan lancar jika tetep fokus pada pandangan didepan, dan sesekali gunakan spion untuk melihat kebelakang sebagai pertimbangan dan memastikan mobil ini berjalan dengan aman.”

Sahabat, seringkali dalam kehidupan kita seperti belajar mengendarai mobil. Kadang kita asyik “melihat kedepan” sibuk bekerja keras mengejar impian sehingga terkadang lupa “melihat dibagian lain” kehidupan.

Ada orang-orang tercinta kita juga yang menunggu bercengkrama dengan kita. Ada orang tua yang rindu dikunjungi kita sebagai anaknya, ada pasangan hidup kita yang kangen bercengkrama dengan kita, ada buah hati kita yang rindu main bersama kita dan ada Tuhan yang maha memiliki kita yang rindu dengan “curhat” kita melalui do’a dan ibadah kita.

So, mulai sekarang seimbangkan hidup dengan tetap fokus pada impian kita dan tetaplah memperhatikan orang-orang tercinta kita, niscaya hidup kita akan melaju terus.

Inspired : Asnando Danu