Dalam Menangani Marah, Apakah Anda Termasuk Tipe Ke-5?

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi marah. Sangat wajar sekali, setiap manusia dianugerahi rasa marah dan sabar, tergantung bagaimana Anda mengontrol kedua sifat tersebut. Ada beberapa cara orang menangani perasaan MARAH :

1. REPRESI.
Menahan amarah. Cara ini tampak bijaksana. Namun kemarahan yang selalu ditahan, akan menjadi endapan psikologis yang bisa meledak kapan saja tanpa bisa diduga.

Dengan cara ini Anda bisa selalu tersenyum meskipun sedang marah. Sekaligus memicu penyakit psikosomatis dalam tubuh Anda.

2. MENYAKITI DIRI SENDIRI
Cara ini memang merupakan bentuk pelepasan ketegangan. Namun ketika Anda sedang marah karena perilaku orang lain pada Anda, lalu Anda menyakiti diri sendiri. Betapa ruginya Anda. Misalnya mogok makan, membenturkan kepala ke dinding, memukul-mukul dada, dll.

Bisa Anda bayangkan betapa hancurnya tubuh Anda ketika Anda menghadapi kondisi-kondisi yang membuat Anda marah. Orang lain yang bersalah, namun tubuh Anda yang malah hancur tersakit.

3. MENGHAJAR BARANG
Sejenak cara ini terkesan adalah cara yang bijak. Daripada menghajar orang, lebih baik menghajar barang. Apalagi dengan menghajar barang, akan mengurangi ketegangan kemarahan.

Namun bisa Anda hitung kerugian tentang barang-barang yang telah Anda rusakkan. Ditambah lagi traumatik yang dialami orang disekeliling Anda (bisa jadi keluarga Anda) yang menyaksikan kemarahan yang Anda lampiaskan dengan menghajar barang.

4. MENGHAJAR ORANG
Menghajar orang bisa dilakukan secara fisik ataupun verbal. Yang pasti cara ini bisa meredakan ketegangan. Namun yang pasti juga adalah munculnya masalah baru, sebagai dampak Anda menghajar orang, baik secara fisik ataupun verbal.

5. MERUBAH PERSPEKTIF
Cara ini akan menghindarkan Anda dari kemarahan. Meskipun sedang terjadi peristiwa yang memungkinkan membuat Anda marah. Anda lebih memilih perspektif yang netral, maklum, atau lucu. Sehingga apapun peristiwanya, Anda lebih memilih untuk memaknainya secara NETRAL, MAKLUM, atau LUCU.

Misalnya ketika jalan Anda dipotong orang saat berkendara. Anda bisa saja marah. Namun Anda lebih memilih untuk menganggapnya peristiwa yang lucu. Misalnya karena orang yang memotong jalan Anda tadi sedang sangat kebelet buang air besar.

MARAH adalah hal yang manusiawi. Akan lebih manusiawi lagi ketika Anda dengan sadar bisa memilih cara marah seperti apa yang selaras dengan tujuan hidup Anda.

~Oktastika Badai Nirmala~

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera