Emosi | Kecerdasan Emosi | Perkembangan Emosi | Emosi Anak | Perkembangan Emosi Anak | Pengertian Emosi | Mengendalikan Emosi

“Sabar Bu, jangan mudah terbawa emosi kalau menghadapi anak “, begitu saran Ibu Rena kepada temannya. “Eh lu bikin gua emosi aja!” bentak Aryo pada Ivan. Dari kedua contoh kalimat di atas mudah untuk disimpulkan makna kata emosi berarti sama dengan marah. Sering kali kita menggunakan kata emosi sebagai pengganti dari kata marah/amarah dan sebaliknya.

Sebenarnya makna kata emosi tidak hanya ditujukan pada marah saja, karena emosi mempunyai beragam bentuk seperti terkejut, sedih, bahagia, takut, dll.  Emosi memiliki arti sebagai perasaan kuat yang saat itu sedang ada dan dominan di dalam diri seseorang, hingga dapat mempengaruhi pola pikir dan perilakunya. Jika seseorang sedang mengalami emosi bahagia, maka dia akan dapat berpikir dan bertindak secara bahagia seperti tersenyum, percaya diri, berjalan tegap, dll.

Terdapat beberapa hal yang terkandung dalam emosi, yaitu :…

Emosi dipicu oleh interpretasi/penilaian terhadap suatu kejadian. Pemberian makna secara pribadi/subjektif terhadap peristiwa yang dialami dapat menghasilkan emosi dan belum tentu peristiwa yang sama akan menghasilkan emosi yang sama pula. Contohnya jika saat berkendara di jalan anda diserempet oleh pengendara lain,mungkin saja tidak muncul emosi dalam diri anda. Jika anda melihatnya tindakan menyerempet tersebut sebagai hal yang mengganggu maka akan muncul emosi marah dalam diri anda.

Emosi menjadi sarana penyampaian informasi. Seseorang menyampaikan maksud pada orang lain lewat emosi. Marah sebagai penyampaian informasi bahwa tidak suka diperlakukan seperti yang telah diterimanya. Takut sebagai tanda informasi bahwa tidak suka/mau melakukan sesuatu.

Emosi membantu beradaptasi dengan lingkungan. Ketika anda menghadapi suatu pemasalahan yang membuat anda merasa cemas, khawatir akan membuat anda berupaya untuk mengatasinya dengan berbagai cara. Misalkan mengalami kecemasan ketika harus berbicara di depan banyak orang, maka anda berupaya mengatasinya (beradaptasi) dengan menarik nafas hingga tenang, memvisualisasikan dapat berbicara dengan lancar, dll.

Reaksi fisiologis yang dapat dirasakan. Kemunculan emosi selalu disertai adanya reaksi fisiologis yang cukup untuk membuat anda menyadari adanya perbedaan di dalam diri. Misalnya peningkatan detak jantung, tangan gemetar, keringat dingin, ingin melarikan diri, dan sebagainya.

Writed By : Pradiptha Oktorindra

{jcomments on}