https://i1.wp.com/3.bp.blogspot.com/_YFupAKbYnKI/THm0Q0zgt3I/AAAAAAAAAp4/bEX-ffK6IRg/s1600/420px-Hypnotisk_seans_av_Richard_Bergh_1887.jpg?resize=214%2C168

Hipnosis sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di berbagai kebudayaan di dunia. Hipnosis pada masa lampau, belum dikaji secara ilmiah. Sehingga disebut dengan hipnosis klasik. Cirinya terlihat dari cara masyarakat tersebut melakukan penyembuhan penyakit. Ditemukan bahwa para tabib pada masa itu melakukan penyembuhan dengan metode mirip hipnosis. Misalnya menggunakan bunyi-bunyian atau mantra yang monoton, tari-tarian, hingga aroma terapi, yang tujuan semua itu adalah mencapai kondisi trans. Berikut ini adalah beberapa data ttg hipnosis klasik dari penjuru dunia :…

 

 

Mesir (2980 – 2900 SM)

Penyembuhan dilakukan di dalam kuil-kuil tidur. Hal ini berkaitan dengan Imhotep, seorang arsitek dan penyembuh pada masa pemerintahan Faraoh Zoser.

Yunani (500 SM)
Penyembuhan dilakukan di kuil Eskulapian oleh para pemuka agama. Kondisi kuil sangat tenang dengan aroma yang khas. Sehingga  pasien lebih mudah mencapai kesembuhan.

Cina (1600 SM)
Bapak Kedokteran Cina, Wong Tai, menyembukan para pasiennya dengan membaca mantra serta meletakkan tangan pada pasiennya.

India
Orang suci yang disebut fakir kerap menyembuhkan pasiennya dengan mengantarkannya pada kondisi tidur mirip trans.

Inggris
Edward de Confeessor memperkenalkan “royal touch” yang kemudian menjadi kebiasaan kalangan kerajaan untuk menyentuh warganya yang sakit.

Turki
Di Turki dikenal metode penyembuhan yang disebut efsuncus. Yaitu dilakukan dengan membaca mantra untuk mengeluarkan jin dari tubuh pasien.

Indonesia
Dari data hipnosis klasik dari berbagai penjuru dunia tersebut, Anda PASTI sudah bisa menyimpulkan hipnosis klasik ala Indonesia. Betul kan ??

{jcomments on}