Kak Nit Nit Berbagi Resep Mendongeng Ekspresif (For Her – Jawa Pos)

Materi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya diberikan kepada orang tua. Road show TANGKIS Against Child Sexual Abuse juga menanamkan materi tersebut kepada anak-anak. Tentu saja, metode penyampaian terhadap para murid TK ini berbeda. Pengertian TANGKIS disampaikan lewat dongeng boneka oleh storyteller Kartikanita Widyasari alias Kak Nit Nit.

Sudah tiga sekolah yang dikunjungi. Murid-murid dari tiga TK ini sukses dibuat antusias dengan TANGKIS. Begitu Kak Nit Nit bercerita, mereka langsung duduk manis. Saat sesi interaktif dimulai, tidak ada seorang pun yang diam saja. Banyak guru dan orang tua yang menyaksikannya dengan heran. Apa rahasianya?

….’’Sebenarnya semua orang pada dasarnya suka diceritakan sesuatu, semua suka didongengi. Tapi, usia yang menentukan ceritanya disampaikan seperti apa,’’ ungkap pendongeng yang juga psikolog pemerhati anak tersebut. Pencerita harus paham betul siapa yang dihadapinya. Jika yang dihadapi adalah anak-anak, cerita yang disampaikan harus menggunakan pola pikir mereka.

Dongeng, menurut Kak Nit Nit, adalah kisah nyata atau rekaan yang disampaikan secara ekspresif sehingga menimbulkan imajinasi. Mendongeng ekspresif melibatkan mimik wajah dan intonasi suara. Tambahan gerakan badan juga bisa dilakukan untuk menambah gambaran cerita. ’’Kata-kata pencerita seharusnya bisa memunculkan gambar di benak anak-anak. Dengan begitu, anak akan mengimajinasikan apa yang diceritakan,’’ ujarnya.

Mendongengi si kecil memiliki banyak sekali manfaat. Di antaranya, melatih kemampuan berbahasa, mendengar, memecahkan masalah, dan menumbuhkan daya imajinasi serta kreativitas anak. Selain itu, dongeng bisa menjadi sarana menyampaikan nilai moral, relaksasi jiwa raga, serta tentu saja membangun kedekatan orang tua dan anak.

Tahu begini, mulai malam nanti, jangan lewatkan sesi mendongengi anak sebelum tidur ya. Sebagai bahan, kami juga sertakan dongeng TANGKIS dari Kak Nit Nit. Menghibur sekaligus menanamkan kepada buah hati tentang pentingnya membangun kesadaran melindungi diri dari kejahatan seksual. (puz/c14/ayi)

Coco Tangkis Om Bara

Suatu hari Cici lagi main di taman. Cici mencari Coco, temannya, untuk main bersama-sama. Tapi, Coco di mana yaa? Cici mencari Coco sambil memanggil-manggil, ’’Cocooooo….. Cocoooo….,’’.

Tampak di kejauhan, Coco berlari sambil melambai-lambai. ’’Cici.. Cici, maaf ya, aku terlambat. Kita jadi main kan?’’ kata Coco sambil napasnya terengah-engah setelah sampai di depan Cici. Tentu saja, Cici memaafkan dan mereka pun segera bermain.

Setelah mereka naik ayunan bersama, Coco main agak jauh. Dia main gelantungan. Toing-toing-toing. Coco dengan lincah berpindah dari satu tiang ke tiang lainnya. Tanpa mereka sadari, ternyata ada orang asing bernama Paman Bara yang sedang memperhatikan Coco bermain. Saat Coco agak teledor dan hampir jatuh, Paman Bara makin mendekat. Coco tidak sadar bahwa ada Paman Bara yang mengawasi.

Ketika Coco mau jatuh lagi dari gelantungan, Paman Bara segera menolong Coco. Dia menggendong Coco dan menurunkannya. ’’Lho, lho, kamu hati-hati ya kalau bermain. Kamu namanya siapa?’’ tanya Paman Bara dengan ramah sambil memegang pantat Coco dan menggendongnya turun. ’’Engh, makasih Paman. Namaku… namaku Coco. Paman siapa? Ih Paman, jangan pegang-pegang begini,’’ ucap Coco.

Lalu, Paman Bara basa-basi mengajak ngobrol Coco. Dia lantas memegang-megang Coco. ’’Baju Coco bagus ya. Celananya juga bagus. Siapa yang membelikannya?’’ ujar Paman Bara sambil menarik baju dan celana Coco.

Dengan tersenyum, Paman Bara juga merayu Coco untuk ikut dengannya. Coco ditawari dibelikan es krim, mainan, dan cokelat. Coco mau nggak ya? ’’Pamannnn, Coco nggak mau. Kata mama, kalau sama orang asing, Coco nggak boleh nerima apa-apa. Coco nggak mau diajak pergi Paman,’’ teriak Coco kepada Paman Bara.

Tapi, Paman Bara terus memaksa Coco. Dengan berani, Coco berteriak kencang sambil berlari. ’’AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA…. TOLOOONG!’’. Paman Bara pun terkejut. Karena takut dikeroyok orang-orang, Paman Bara ikutan lari meninggalkan taman bermain.

Cici yang mendengar teriakan Coco berlari mendekati. ’’Coco, ada apa kamu kok teriak-teriak? Kamu nggak apa-apa?’’ tanya Cici panik. ’’Huft, huft, aku abis usir orang jahat yang mau macam-macam dengan Jurus TANGKIIIISSSS,’’ teriak Coco dengan napas tersengal-sengal setelah berlari.

’’Wah, apa tuh TANGKIS? Aku mau dong diajarin,’’ pinta Cici. Coco pun mengajarkan bahwa TANGKIS merupakan singkatan dari kalimat-kalimat menolak bahaya. Kepanjangannya, Tubuhmu adalah milikmu, Ada rahasia di balik baju, Nggak boleh ya nggak boleh, Gelagat bahaya waspada, Kalau dipaksa lawan, Ingat nggak semua rahasia baik dan Selalu cerita kepada orang tua.

Cici senang diberi tahu jurus TANGKIS oleh Coco. Mereka berdua berjanji memberi tahu teman-teman jurus itu agar semua terhindar dari bahaya.

sumber : http://www.jawapos.com/baca/artikel/774/Kak-Nit-Nit-Berbagi-Resep-Mendongeng-Ekspresif

About Media Sugesti

Media Sugesti adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan konsultasi kepribadian, hipnoterapi dan motivasi. Berlaku untuk anak-anak hingga dewasa. Media Sugesti didukung oleh para ahli dengan latar belakang pendidikan psikologi dan hipnoterapi. Sehingga layanan yang diberikan semakin maksimal untuk membantu Anda mencapai kehidupan yang lebih bahagia dan sukses luar biasa. Alamat: Jl.Gubeng Kertajaya 7c No.56 - Surabaya - Jawa Timur - Indonesia 031-31224499 Buka setiap hari Senin-Sabtu - Jam 10:00-17:00 Setiap konsultasi dan terapi harus melalui perjanjian lebih dulu.

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera