Lakukan 10 Cara Meningkatkan Percaya Diri

Percaya diri itu ibarat software / aplikasi yang terinstal dalam pikiran seseorang untuk bergerak cepat dan efektif mewujudkan tujuannya. Orang yang tidak PD, ibaratnya dia naik Ferarry di circuit, namun hanya jalan 50km/h. Atau ibarat SmartPhone dengan versi Android terbaru, namun hanya digunakan untuk telepon (pulsa) dan SMS. 😁Banyak potensi pribadi yang terbuang.

Asal mula Percaya Diri, ngomonin asal mula percaya diri, akan erat kaitannya dengan kita ngomongin tentang proses install pikiran. Ibaratkan manusia seperti komputer, atau mungkin anggap saja seperti smartphone Anda. Terdiri dari hardware dan software. Hardware itu adalah fisik, software adalah mindsett dan kepribadian. Install OS / Windows / Androidnya pikiran, terjadi sejak usia 4 bulan dalam kandungan, hingga usia 3 tahun. Setelah 3 tahun, yang diinstall adalah data dan aplikasi saja.

Software pikiran itu ada 3, yaitu 1). Gambar / imaginasi, 2). Emosi / perasaan, 3). Kosakata. Ketika dalam kandungan, yang diinstall adalah software emosi. Jadi, apapun perasaan yang dirasakan oleh ibu yang sedang mengandung, akan terinstall pada anaknya, dan menjadi dasar kepribadian dan perilaku. Inilah sebabnya, dalam setiap budaya, ibu hamil pasti mendapatkan keistimewaan. Urusannya dipermudah. Diberikan posisi yang nyaman, dll. 

Jadi, ketika ibu hamil mengalami suatu kondisi yang membuatnya merasa :
1. Takut
2. Cemas
3. Khawtir
4. Tertekan
5. Merasa terabaikan
6. Merasa tertindas
7. Merasa terkekang
8. Merasa hina
9. Merasa bodoh, dll.

Atau hal-hal yang menjadi hulu dari rasa ketidak percayaan diri, maka “bisa jadi” anaknya akan memiliki kepribadian yang tidak percaya diri.

Dan begitu pula sebaliknya. Jika ibu hamil mengalami kondisi yang membuatnya merasa :
1. Bahagia
2. Bangga
3. Diterima
4. Dihargai
5. Dihormati, dll.

Maka “bisa jadi” anaknya akan memiliki kepribadian yang percaya diri.

Sebuah contoh :

Salah satu klien saya, ibu-ibu cantik dan kaya. Dia punya putra yang keren dan pintar. Namun minder. 😁 Si ibu, keluarga, dan lingkungannya sangat heran dengan kondisi ini. Tidak ada kondisi si anak ini yang layak untuk membuatnya minder. Ganteng, pintar, kaya, terhormat, dll. Tidak pernah dirundung pula.

Saat konseling ke tempat saya, anak ini kelas 2 SMP. Dia merasa sendiri, dia merasa tidak diterima oleh lingkungan. Padahal kenyataanya tidak demikian. Usut punya usut, dalam obrolan saya dengan si ibu.
kondisi minder ini sudah ada bibit-bibitnya sejak usia SD. Naaahhh ini…

Kalau dalam pengalaman saya, jika terdapat perilaku “unik” pada seseorang, dan perilaku itu sudah tampak pada usia SD kebawah. 90% dugaan penyebabnya adalah “salah install” ketika dalam kandungan. Pasti ada perisitwa yang dialami si ibu, hingga si ibu merasakan perasaan yang mirip seperti yang dialami anaknya. Yakni merasa diabaikan.

Dan ternyata benar. Setelah ngobrol dengan si ibu. Ketemulah jawabannya bahwa saat mengandung, si suami kerjanya sering luar kota. Sehingga jarang berjumpa. Dan si ibu merasa “seperti” diabaikan. Meskipun si suami tetap setia dan memberikan perhatian.

Jadi, rasa percaya diri pada anak, disebabkan oleh :

1. Kepribadian orang tuanya.
Kalau ortunya dasarnya minder, ya otomatis anaknya meng-copy paste keminderan tersebut.
Juga sebaliknya jika ortu PD.
Jadi kalau ingin anak Anda PD, maka Anda harus PD dulu. 😁😁

2. Software “emosi / perasaan” yang diinstal saat dalam kandungan. Seperti sudah saya uraikan tadi.

Setelah lahir, panca indera anak semakin berkembang. Maka dia akan merekam segala hal yang dia lihat, dengar, dan rasakan. Lagi-lagi tentang perasaan.

Anak (termasuk saat bayi) ketika menjalani kehidupannya, dia belajar dari ekspresi emposi orang disekitarnya.
Kemudian sesuai dengan cara kerja pikiran. Segala informasi yang dia tangkap melalui panca inderanya, dikelompokkan dalam folder-folder pikiran.

Data peristiwa dan data perasaan tentang sesuatu, disimpan dalam satu folder. Sehingga terbentuklah believe system (sistem keyakinan) dan nilai (value) hidup seseorang.

Jadi, misalnya:
Ketika ada anak, sering lihat ibunya dengan ekspresi takut, ketika ada tamu yang datang membuka pagar rumahnya.
Maka anak akan meng-copy paste ketakutan tersebut. Meski si anak tidak tahu mengapa si ibu takut. Sehingga “bisa jadi” anak tersebut akan menjadi anak yang takut berjumpa dengan orang baru (minder).

Ketika semakin menginjak masa remaja. Ada pula penyebab munculnya ketidak percayaan diri. Yakni ketika remaja diajarkan untuk lebih mengenal kekurangannya daripada kelebihannya. Dalam beberapa budaya lokal yang saya temui. Diajarkan bahwa lebih utama untuk lebih mengenal kekurangan diri sendiri. Sehingga menjadi orang yang tidak sombong. Jika mengenali kelebihan diri sendiri, dikhawatirkan akan menjadi sombong.

Apakah ada diantara teman-teman yang juga pernah diajarkan tentang hal ini ?? 😁

Nah… Ketika seseorang lebih banyak menyadari tentang kekurangannya. Maka dia akan selalu merasa dirinya kurang. Sehingga yang muncul kemudian adalah rasa Rendah diri. Btw, apakah Anda sudah tahu bedanya rendah diri, rendah hati dan sombong? Apakah Anda sudah tahu beda tiga sifat tersebut ??

Saya coba jelaskan begini :……. (kalau penjelasan saya sulit dipahami, mohon ditanyakan)
+ Rendah diri : Aku bodoh, miskin, jelek. Kamu sangat pintar, sangat kaya, sangat cakep.
+ Rendah hati : Aku pintar, kaya, cakep. Kamu juga pintar, kaya, cakep.
+ Sombong : Aku sangat pintar, sangat kaya, sangat cakep. Kamu bodoh, miskin, jelek.

Rendah diri, minder, dan tidak percaya diri, adalah hal yang sama….. 😁

Nah, bagaimana sebaiknya kita bersikap ?

Begini :
Anda wajib mengenali kelebihan Anda dan kekurangan Anda. Yakini, bahwa kelebihan yang Anda miliki, sekecil apapun. Belum tentu dimiliki oleh orang lain. Jadi kelebihan Anda adalah berkah dari Tuhan yang wajib Anda syukuri.

Anda boleh menampilkan kelebihan Anda pada saat yang sesuai konteks. Sehingga kelebihan Anda bisa bermanfaat, serta Anda pun mendapatkan timbal balik berupa pengakuan. YAng membuat Anda bangga. 👍🏼 Itulah kurang lebihnya penyebab seseorang tidak percaya diri.

Lanjut ketika dewasa…

Ketika usia dewasa, bisa saja tiba-tiba muncul rasa tidak percaya diri. Yakni ketika mendapatkan informasi negatif, dari perspektif negatif. Dan Anda tidak punya infomrasi pembanding yang bisa mematahkan informasi tersebut.

Kasus I

Andi : Cara agar lebih pede saat menawarkan produk, saat menghadapi pelanggan, saat menghadapi persaingan??

Ketika rasa tidak PD muncul tentang produk, pasti ada peristiwa, atau informasi, yang masuk dalam pikiran Anda, dimana infomrasi atau peristiwa ini bersifat merendahkan.

Sehingga “mungkin” mas Andi merasa bahwa :
– Produk Anda jelek ?
– Produk Anda kemahalan ?
– dll

Atau munkin malah berkaitan dengan pekerjaan Anda, misalnya :
– Pekerjaan menjual adalah pekerjaan yang rendah
– Pekerjaan menjual adalah pekerjaan terpaksa
– Pekerjaan yang bagus itu adalah menjadi PNS, atau admin di bank, atau lainnya.

Jika memang hal tersebut yang muncul. Hal tersebut adalah rasa tidak PD yang disebabkan oleh minimnya informasi.

Cara Mengatasi : 

  • Kenali ketakutan Anda, yang membuat Anda tidak PD.
    Gunakan kalimat : “Saya merasa takut / tidak PD karena ………”
    Misalnya : “Saya tidak PD bersaing dengan toko sebelah, karena toko sebelah lebih murah”
  • Secara kreatif pertanyakan kalimat Anda tersebut.
    Misalnya :
    + Apakah pasti semua barang toko sebelah lebih murah dari toko saya ??
    Kira-kira adakah barang saya yang lebih murah dari toko sebelah ??
    + Apakah pasti semua orang sudah tahu bahwa toko sebelah lebih murah ??
    Jika tidak semua orang tahu, berarti masih ada peluang untuk memperkenalkan toko saya.
    + Apakah yang membuat orang lebih tertarik beli di toko sebelah ?
    Benarkah orang lebih tertarik untuk beli di toko sebelah, atau hanya perasaan saya saja ??

Ketika Anda mempertanyakan ketakutan Anda, maka Anda akan terdorong untuk menemukan jawabannya.

Resep ini, bisa digunakan untuk hampir semua ketakutan yang membuat Anda tidak percaya diri.

  • Kenali ketakutannya
  • Pertanyakan ketakutan tersebut
  • Cari jawabannya.

Termasuk dalam hal mencari jawaban, mungkin Anda juga perlu bersilaturahim dengan kerabat atau teman yang mungkin sudah mengalami ketakutan tersebut di masa lalu. Ibarat anak sekolah sedang ujian, Anda boleh lho datangi kakak kelas Anda untuk berdiskusi tentang ujian yang Anda hadapi.

Kasus II

Dian : Agar kita bisa belajar lebih percaya diri dalam mengambil segala sesuatu dan keputusan?

Apa yang Anda takutkan dalam pengambilan keputusan Anda?
Apakah takut salah dalam mengambil keputusan?
Bagaimana kalau tidak diputuskan. Apakah jadi benar?
Apakah ada orang yang tahu sebuah keputusan itu pasti benar atau salah, sebelum keputusan diambil??
Bukankah sebuah keputusan dianggap salah atau benar, dinilai ketika setelah keputusan diambil? 🙂

Kasus III

Dini : Bagaimana caranya agar tetap pede saat berada di zona tdk nyaman, tetep Pede saat berada di titik Zonk, Pede walaupun dlm kondisi lemah?

Memang kenapa jika berada dalam kondisi tidak nyaman, zonk, atau lemah?
Apa yang terjadi ketika dalam kondisi tersebut ?
Apakah dampaknya jika Anda terpaksa harus melakukan pemangkasan pemenuhan keingan dalam kondisi tersebut ?
Bisakah Anda fokus pada hal-hal yang penting saja ?

Mungkin jika yang Dini maksudkan adalah berkaitan dengan BANGKRUT.
Maka ada baiknya Anda silaturahim pada kawan atau kerabat yang pernah bangkrut, dan sekarang sudah bangkit.
Belajarlah cara dan rasanya ketika berjuang untuk bangkit. 😉

Kasus IV

Tri Ayu: Bagaimana cara menghilangkan pikiran yang muncul, misalnya : ‘kalo saya ngomong gini, salah nggak ya?’

Emang kalau ngomong salah kenapa ? 😁
Emang adakah orang yang selalu ngomongnya benar ?
Yang Anda takutkan tu sebenarnya “takut ngomong salah” atau “takut dampak dari salah omong”. Bisa berbentuk lawan bicara Anda marah, sedih, kecewa, sakit hati, dll??

Kasus V

Lina Widya: Apakah bisa dirubah kepribadian negatif tsb kalau sdh menetap puluhan tahun, bagaimana caranya?

Bisa….
Caranya :
1. Kenali kelebihan Anda.
2. Syukuri kelebihan Anda.
3. Manfaatkan kelebihan Anda.
4. Temukan lingkungan yang mengakui keleihan Anda.
5. Lakukan dengan konsisten.

Kasus VI

Masodah: Bagaimana menjadi percaya diri ketika saya tiba” diminta menyampaikan informasi dalam kerumunan banyak orang / keramaian?

Apakah maksud Anda adalah jika tiba-tiba disuruh berbicara di depan umum ??

Jika demikian, ini tipsnya…. 😀

Tips mudah berbicara di depan umum:

1. Anda perlu tahu bahwa orang yang diminta berbicara di depan umum, adalah orang yang dipercaya untuk menyampaikan informasi. Anda dianggap lebih hebat, lebih mumpuni, lebih mampu daripada orang lain.
Karena, jika Anda bukan orang yang mampu, maka mustahil Anda yang diminta untuk presentasi.

2. Kuasai materi Anda. Jika mendadak pun, cepat pikirkan “tentang hal” apa Anda harus bicara.
Dengan mindsett ini, Anda adalah ahli dalam hal yang akan Anda presentasikan. Karena hanya Anda yang diberi mandat untuk bicara. Dan hanya Anda yang dianggap paling tahu tentang presentasi Anda.

3. Presentasilah sesuai kapasitas Anda dan sepengetahuan Anda saja.
Hindari untuk berbicara melebar melebihi kapasitas dan pengetahuan Anda.
Jika ada pertanyaan yang sesuai dengan kapasitas dan pengetahuan Anda, langsung dijawab saja.
Jika pertanyaan diluar kapasitas dan pengetahuan Anda, sebaiknya Anda tampung saja pertanyaan tersebut. Hindari untuk memberikan jawaban. Anda bisa katakan “Akan Anda sampaikan pada pihak yang lebih berkompeten.”

4. Jika Anda salah ucap atau salah omong. Dan audinence salah paham, marah, atau tersienggung. Saat itu juga atau dikemudian hari. Anda boleh minta maaf.

Yang perlu Anda ingat adalah manusia tempatnya salah dan dosa. Jika ada orang yang tidak ingin berbuat salah, berarti dia juga tidak ingin menjadi manusia. 😁

Anda wajar jika berbuat salah (termasuk salah ngomong). Dan jika Anda menyadari kesalahan Anda, prosedurnya adalah Anda minta maaf pada orang yang terseinggung. Dan jika orang tersebut tidak memaafkan Anda, maka itu sudah menjadi urusan dia dengan Tuhan. 😇😇

Yang jelek itu adalah ketika sudah menyadari kesalahan, namun enggan minta maaf. 😊

Btw, terkait teknik presentasi / berbicara di tempat umum. Jika teman-teman berminat, mungkin bisa dikoordinir admin KulWapp ini, kita bisa bikin workshop Belajar Teknik Presentasi. 😁😁

Kasus VII

Kartika: Bagaimana cara mengatasi takut membuat sebuah cerita anak, takut jika ceritanya tidak menarik?

Bagaimana Anda tahu kalau ceritanya tidak menarik ?
Mungkin ada baiknya Anda belajar dari pengalaman JK Rowling. 😁
Harry Potter itu adalah buku kesekian dari beliau. Dan akhirnya booming sedunia.

Harry Potter lahir sebagai novel terlaris, setelah terbit novel-novel sebelumnya yang tidak terlalu laris.
Berarti….. Andai saja JK Rowling takut menulis novel pertamanya. Maka tidak akan pernah ada Harry Potter.

VIII. Ketidak percayaan diri Anda bisa jadi disebabkan oleh install software pikiran saat dalam kandungan hingga remaja.
Ada baiknya Anda mencari infomasi tentang hal tersebut.
Bisa melalui orang tua atau kerabat Anda.
Setelah mendapat informasi, dan jika ada hal yang perlu dibenahi. Maka benahi sekarang.
Sadari keunggulan Anda. Kemudian syukuri. Lalu manfaatkan.

IX. Ketidak percayaan diri Anda juga disebabkan kurangnya wawasan tentang hal yang membuat Anda takut.
Anda fokus pada ketakutan Anda. Sehingga Anda mengabaikan kemungkinan-kemungkinan yang lain.
Saran saya, dapatkan infomrasi-infomrasi yang bisa menjawab ketakutan Anda. Bisa Anda belajar dari kawan atau kerabat Anda, baca buku biografi orang sukses, nonton film motivasi, dll.
Perkaya wawasan Anda. Hingga Anda meyakini bahwa “segala hal bisa terjadi” dalam kehidupan ini.
Kalau banyak orang bisa sukses, meskipun mereka pernah “jatuh”. Maka Anda pun juga bisa bangkit.

X. Belajarlah teknik-teknik presentasi. Sehingga teknik tersebut akan mendukung keyakinan Anda bahwa Anda adalah orang hebat.

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera