Mengatasi Rasa Kecewa Ketika Kenyataan Tidak Sesuai Harapan

Ada salah seorang klien yang menghubungi kami via Chat WA.. Katakanlah namanya Mba Dina (bukan nama asli). Latar belakang, Mba Dina memiliki seorang ibu yang saat ini telah berusia 40 tahun. Mba Dina beserta suami dan anaknya tinggal serumah dengan ibunya. Menurut Mba Dina, sejak kecil Mba Dina tidak merasakan mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya (baik ibu ataupun bapak). Mba Dina merasakan bahwa dirinya diabaikan oleh orang tuanya. Hingga suatu ketika waktu masih SMA dia menjadi anak “nakal.”

“Pagi Mas, saya mau minta pendapat, saya harus bagaimana menghadapi ibu saya yang tidak peduli dengan saya, padahal saya masih ingin kasih sayangnya, bagaimana caranya supaya saya sadar dan rela dengan kondisi ibu saya seperti itu.

Jujur, meskipun saya sudah punya keluarga, memiliki suami dan anak, akan tetapi saya masih merindukan kasih sayang orang tua. Tetapi orang tua saya tidak pernah mengerti saya.

Saya harus bagaimana? Sampai-sampai kemarin saya ketakutan lagi kalau ingat masalah saya sama orang tua saya. Rasanya sudah hancur gak karuan. Padahal saya sudah kasih semuanya untuk ibu saya. Ibu minta HP saya belikan, saya belikan TV, VCD, mesin cuci agar ibu tidak susah lagi untuk cuci baju. Tapi semuanya gak ada nilainya.”

Saya hanya memberikan sedikit saran saja..

Mba Dina sudah melakukan yang terbaik, tetap lakukan yang terbaik untuk ibu Mba Dina. Walaupun Mba Dina tidak mendapatkan apa yang Mba Dina harapkan dari ibu Mba Dina. Lakukan saja dengan ikhlas. Insya Allah Mba Dina akan mendapatkan balasan yang lebih baik dalam bentuk/rupa yang berbeda, mungkin bukan sebuah kasih sayang ibu yang seperti Mba Dina harapkan.

Kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa mengubah orang lain, akan tetapi kita bisa mengubah diri kita terhadap orang lain (sudut pandang kita terhadap orang lain). Maksudnya, dengan kondisi yang demikian itu, Mba Dina harus belajar memaafkan sikap ibu Mba Dina, yang mana ibu Mba Dina seakan cuek, tidak perhatian pada Mba Dina (stop fokus terhadap kekurangan ibu Mba Dina, cobalah munculkan sisi kebaikan yang ibu Mba Dina lakukan untuk Mba Dina, sekecil apapun itu). Ini adalah salah satu cara mengatasi rasa kecewa ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan Anda.

Ketika Mba Dina terus menuntut (berharap) ibu Mba Dina untuk bisa memberikan kasih sayang yang seperti Mba Dina harapkan, hanya akan membuat Mba Dina kecewa, membuat hati Mba Dina nelangsa yang berkepanjangan. Sekarang dan seterusnya yang bisa Mba Dina lakukan ialah tetap lakukan dan berikan yang terbaik untuk keluarga (suami & anak) serta ibu Mba Dina. Apabila ternyata setelah Mba Dina lakukan dan berikan yang terbaik untuk ibu, tapi ibu tidak memberikan respon seperti yang Mba Dina harapkan, tidak apa-apa, yang penting kan Mba Dina sudah melakukan yang semestinya Mba Dina lakukan.

Sekarang Mba Dina fokus untuk menikmati kehidupan bersama keluarga Mba Dina. Berikan kasih sayang Mba Dina untuk suami dan anak tercinta. Cukup Mba Dina yang pernah merasakan “tidak enaknya” kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Hindari membiarkan anak Mba Dina merasakan hal yang sama, Mba Dina sangat sayang kan pada suami dan anak Mba Dina?

Sekali lagi, kita tidak punya kuasa untuk membuat orang lain menjadi seperti yang kita harapkan. Akan tetapi kita punya kuasa untuk mengelola hati (perasaan) dan pikiran kita terhadap situasi dan kondisi yang kita temui. Apakah kita akan marah atau merasa biasa-biasa saja ketika kebaikan kita tidak dianggap oleh orang lain, kita punya kuasa untuk mengendalikan hati dan perasaan kita.

Catatan kecil ini merupakan sebuah pengingat untuk diri saya pribadi khususnya, dan semoga ada manfaatnya untuk orang lain pada umumnya.

Terima kasih
Nardi – Media Sugesti (Hipnoterapi Surabaya)

WordPress SEO fine-tune by Meta SEO Pack from Poradnik Webmastera