oktastika

Saat ini semakin banyak bermunculan motivator baru di negeri ini. Baik motivator yang sebetulnya sudah lama, namun kebetulan baru-baru saja booming, ataupun motivator yang benar-benar baru. Dengan fenomena ini memuculkan berbagai persepsi dikalangan masyarakat. Baik yang positif maupun yang salah kaprah.

Berikut ini beberapa salah kaprah pada dunia motivator :

 

  1. Motivator adalah pekerjaan yang mudah mendapatkan uang dalam jumlah yang fantastis.
    Sehingga banyak motivator baru yang tergesa-gesa menjadi tenar untuk bisa mendapat penghasilan besar dalam waktu kerja yang sangat pendek.
  2. Motivator adalah orang yang cuma bisa ngomong. Tapi dalam melakukannya belum tentu bisa.
    Pada prinsipnya setiap orang punya celah untuk berbuat salah dan tidak sempurna. Namun sebagian motivator, khususnya yang menekuni profesinya dengan hati dan berproses, biasanya pernah mengalami masa-masa pahit dalam hidupnya. Sehingga sekarang ia bisa berbagi triknya menjadi orang sukses. Namun memang, pada beberapa motivator karbitan, seringkali bahan presentasinya adalah hasil belajar dari orang lain, bukan berasal dari pengalamannya pribadi. Sehingga ia sulit ikut merasakan penderitaan orang lain.
  3. Motivator adalah pekerjaan public speaking yang tampil di TV, atau seminar motivasi besar.
    Pemahaman ini jelas terlalu dangkal. Karena, selama ia menjalankan fungsi memunculkan spirit dari dalam diri orang lain, maka ia adalah motivator. Orang tua, guru, pemuka agama, dll, pada dasarnya mereka adalah motivator juga. Meski tanpa lebel motivator atau tampil di acara TV.
  4. Motivator adalah pekerjaan yang sulit, dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang pintar, atau memilliki rentetan gelar kesarjanaan.
    Menjadi motivator sebenarnya adalah pekerjaan mudah. Pada intinya bisa membantu orang lain untuk bangkit dari keterpurukannya, atau memaksimalkan potensi dirinya. Karena sampai saat ini belum ada sekolah formal sebagai motivator. JAdi siapapun bisa, asal mau selalu belajar dan berbagi.
  5. Jika jadi motivator, harus jadi orang kaya dulu.
    Menjadi motivator lebih pada panggilan hati. Jika dijadikan profesi, harus dilakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Jadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan modal material.