Ada beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis yang kami ambil dari kutipan sebuah buku yang di tulis oleh Bapak Adi W. Gunawan. Banyak di luar sana orang-orang yang masih belum tahu atau mengerti tentang hipnosis, sehingga banyak sekali pandangan-pandangan yang salah terhadap hipnosis, diantaranya :

a). Hipnosis menggunakan kuasa gelap

Ini sama sekali tidak benar. Hipnosis adalah seni komunikasi antara operatos hipnosis dan subjek hipnosis. Kemampuan komunikasi ini dimanfaatkan untuk membawa subjek masuk ke kondisi alam bawah sadarnya. Sama sekali tidak ada unsur kekuatan magis atau mistik yang terlibat…

Jika, misalkan, benar hipnosis menggunakan kuasa gelap maka “ilmu” ini hanya bisa dipelajari dengan melakukan ritual tertentu. Saya mengajarkan hipnosis dan hipnoterapi di S2 Psikologi di Fakultas Psikolosi salah satu Universitas Swasta ternama dan sama sekali tidak menggunakan laku atau ritual tertentu. Kalaupun ada, ritualnya adalah saya mewajibkan mahasiswa S2 saya, untuk bisa mempelajari dan menguasai materi yang saya ajarkan, harus hadir di kelas selama 100 jam tatap muka. Hipnosis/hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi.

Bagi Anda yang bersikap kritis dan ingin tahu lebih jauh mengenai hipnosis/hipnoterapi, silahkan Anda mengunjungi www.apa.org. Ini adalah situs resmi dari American Psychological Association. Di situs ini Anda akan tahu bahwa hipnosis/hipnoterapi masuk ke Divisi 30.

b). Hipnosis adalah bentuk penguasaan pikiran

Pandangan ini juga tidak benar. Banyak orang tertipu saat menyaksikan tayangan TV. Tidak benar Anda bisa menghipnosis dan menguasai pikiran seseorang. Yang benar adalah subjek, walaupun telah masuk ke dalam kondisi hipnosis/trance yang dalam, masih tetap sadar sesadar-sadarnya dan dapat mengendalikan diri sepenuhnya. Semua bentuk hipnosis adalah Self-Hipnosis. Bila subjek tidak mengijinkan atau menolak untuk dihipnosis maka hipnotis tidak akan menghipnosis subjek.

Apa yang ditunjukkan di TV adalah stage hipnosis atau hipnosis hiburan. Nah, karena hal ini untuk hiburan maka biasanya sudah disiapkan sebelumnya. Sudah diatur skenario atau alur ceritanya. Subjek atau orang yang dihipnosis itu biasanya orang yang telah dipilih dan dikondisikan terlebih dahulu.

c). Hipnosis sama dengan tidur.

Pandangan ini muncul karena subjek yang dihipnosis menutup mata dan rileks, tampak seperti orang tidur. Kondisi trance, bisa dilihat dari pola gelombang otak berbeda dengan kondisi tidur. Perbedaan utama antara kondisi tidur dan kondisi hipnosis adalah saat tidur kita tidak sadar akan keadaan sekeliling kita. Sedangkan pada saat trance pikiran kita justru sangat sadar dan fokus.

Hal yang paling nyata membedakan orang tidur dan dalam kondisi hipnosis yaitu kalau tidur tidak bisa memberikan respons, saat ditanya tidak bisa mendengar dan menjawab. Kalau dalam kondisi hipnosis subjek tetap bisa mendengar, berpikir, dan mendengarkan respons.

d). Hipnosis sama dengan Brainwashing

Ini juga pandangan yang salah. Hipnosis tidak bisa digunakan untuk melakukan brainwashing. Belum pernah ada satu literatur yang saya pelajari, hingga saat ini, yang menyatakan bahwa hipnosis bisa digunakan untuk brainwashing.

Saat seseorang berada dalam kondisi profound somnambulism, kondisi hipnosis yang sangat dalam, walaupun saat itu critical factor dari pikiran sadarnya sudah tidak bekerja, Tuhan memberikan proteksi yang dipasang di pikiran bawah sadar. Ada 4 filter mental pikiran bawah sadar yang selalu aktif melindungi diri kita. Filter mental ini adalah filter keselamatan hidup, filter moral/agama, filter benar/salah, dan filter masuk akal/tidak.

Informasi yang dimasukkan ke pikiran bawah sadar, atau kalau mau lebih ekstrim, dipaksakan masuk, bila tidak berhasil melewati keempat filter ini pasti ditolak. Saya telah membuktikan keberadaan dan kerja filter mental ini di setiap pelatihan hipnoterapi yang saya selenggarakan.

e). Hipnosis dapat digunakan untuk mengubah kepribadian.

Pembaca, hipnosis tidak dapat mengubah kepribadian. Penelitian yang dilakukan oleh para pakar hipnosis menunjukkan bahwa hipnosis dapat membantu memulihkan suatu kondisi mental namun tidak bisa digunakan untuk memprogram pemikiran dan mengubah kepribadian subjek.

f). Hipnosis mengakibatkan lupa ingatan.

Justru saat subjek berada dalam kondisi terhipnosis atau trance, subjek mengalami peningkatan kemampuan mengingat yang luar biasa. Kemampuan ini disebut sebagai hypermnesia. Dave elman, pakar dan tokoh penting hipnoterapi modern, mengatakan bahwa saat seseorang berada dalam kondisi hipnosis, kemampuan mengingatnya meningkat hingga 2000%.

Hipnosis dapat digunakan untuk menimbulkan efek amnesia (lupa ingatan). Namun ini dilakukan dengan tujuan khusus dalam suatu terapi. Hipnosis tidak dapat digunakan untuk membuat orang lupa ingatan secara total.

Itulah sebabnya, bila seorang subjek dihipnosis dan dibuat lupa namanya, dalam beberapa saat, walaupun operator tidak memberikan sugesti untuk mengembalikan nama subjek, subjek tetap akan ingat kembali namanya. Mengapa? Karena ada filter mental di bawah sadar yang akan menganulir program atau sugesti yang telah ditanam oleh operator.

Sumber : Buku Hypnotherapy for Children (Adi W. Gunawan)

Tags : Hipnoterapi surabaya, klinik hipnoterapi surabaya, hipnoterapi anak surabaya, hipnotis surabaya, terapi hipnotis surabaya, Hipnoterapi, Kata Kata Sugesti, Sugesti Positif