Aku bekerja di sebuah ruko berlantai empat.

Di lantai 4 tersebut hanya ada 3 buah ruang, yaitu ruang direksi, ruang rapat, dan ruang sekretaris, pastinya aku berada diruang sekretaris, terisolasi dari karyawan – karyawati lainnya.

Sehari – hari aku berhadapan dengan komputer dan kertas – kertas tanpa pernah melihat hijaunya pohon, langit mendung atau berawan, atau merasakan udara diluar, apakah panas ataukah sedang berangin.

Suatu hari seorang General Manager (GM) yang baru saja berulang tahun memberikan 2 pot tanaman yang sudah layu dan hampir mati padaku…

Aku : Haah.. Pak GM, ada apa?

GM : Halo, maukah kamu menerima 2 pot ini? (2 pot ini berisi 2 tanaman bunga yang sudah layu)

Hmmm.. bunga – bunga ini udah hampir mati. Secara reflek aku bawa ke pantry yang terletak diluar, kurasakan sekilas hawa panas dari compressor AC dan matahari bersinar dengan terik.

Aku sudah memiliki sebuah pot berisi tanaman air yang sesekali kuganti airnya, tumbuh dengan cukup baik, sehingga sesekali memandangnya membuat hatiku nyaman, karena dalam kesendirianku, aku bisa merasakan ada sesuatu yang lain yang juga tumbuh dan memberi arti.

Setiap malam sebelum pulang aku menyirami 2 pot tanaman yang hampir mati itu. Hasilnya 2 hari kemudian tanaman tersebut tumbuh dengan segar di tempat satu sudut pantry diantara dus-dus berisi dokumen bekas.

Anehnya aku betah berlama – lama memandangi kedua pot tersebut karena seolah ada kebahagiaan tertentu melihat daun – daun hijau yang bergoyang diterpa angin..

Terlintas dibenakku, bila 2 pot tanaman hijau yang sedianya hampir mati dan dibuang oleh pemiliknya, kemudian dapat tumbuh dan memberikan kesejukan yang begitu berarti padaku disaat-saat tertentu, apalagi nilai diriku sebagai seorang manusia seutuhnya, adakah aku pernah memberikan sedikit kesejukan pada lingkunganku, dari hal yang paling kecil saja… seperti mengucapkan terima kasih kepada office boy yang membawakan makan siangku, mengucapkan salam kepada satpam, menyapa kedua orang tua saat tiba kembali di rumah, atau bahkan sekadar menepuk-nepuk kepala si Bleki (anjing) yang dengan gembiranya menyambut kehadiran kita dirumah dengan selamat.

Sudahkan kita memberikan sedikit saja “kesejukan” kepada orang-orang disekitar kita, bahwa kehadiran mereka sekecil apapun, memiliki arti yang besar… mulailah dengan yang paling rendah dalam komunitas kita. “Smile, and the world will smile with you…”

Sumber : Buku Terapi Berpikir Positif – Irwan Widiatmoko

#CeritaInspirasi #CeritaMotivasi