Ada seorang pria berusia 32 tahun. Sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Dia bekerja disebuah perusahaan di Surabaya. Ia menjabat sebagai manajer. Sering mendapatkan tugas luar kota. Dia sangat enjoy dengan pekerjaannya.  (Baca selengkapnya : gangguan psikosomatis)
 
Dua tahun yang lalu dia mengalami sebuah kecelakaan, hampir menambrak di jalan. Dia mengalami ketakutan yang luar biasa, padahal keadaannya baik-baik saja. Tidak sampai luka atau apa gitu.

Alami Gangguan Psikosomatis Seorang Pria Berhenti Bekerja 2
Seiring waktu ketakutan yang dirasakannya pun berangsur-angsur mulai berkurang. Dia pun bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya terkadang muncul dan hilang secara tiba-tiba.
 
Beberapa bulan terakhir ketakutan tersebut muncul kembali. Puncaknya 1 bulan yang lalu, rasa takut tersebut tidak dapat dikontrol. Karena sering tugas luar kota, akhirnya dia memutuskan berhenti bekerja.
 
Dia tidak berani untuk pergi keluar kota. Sempat beberapa hari opname dirumah sakit. Awalnya dokter mendiagnosa alami dispepsia. Ternyata pas kontrol dokternya mengatakan dia gak sakit, tapi pikirannya yang sakit. Dia mengalami psikosomatis.
 
Dua minggu terakhir muncul permasalahan yang baru, dia mengalami gangguan susah tidur. Setiap hari hanya bisa tidur sekitar 1 – 2 jam saja.
 
Kadang muncul gangguan-gangguan yang aneh. Misalnya terkadang jari kaki gerak-gerak sendiri, atau kepala terasa ditarik. Sudah sebelas hari ini dia mengkonsumsi obat-obatan dari psikiater. Karena merasa efeknya tidak signifikan, dia berhenti mengkonsumsi obat dari psikiater tersebut.
 
Tidak sedikit orang pernah mengalami psikosomatis. Menurut ilmu psikologi, gangguan psikosomatis merupakan penyakit yang melibatkan tubuh dan pikiran. Pikiran dapat mempengaruhi tubuh, sehingga penyakit tertentu dapat muncul atau diperparah. Sehingga gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan penyakit fisik yang timbul akibat faktor mental. Seperti stres dan kecemasan.
Alami Gangguan Psikosomatis Seorang Pria Berhenti Bekerja 2

Gejala gangguan psikosomatis yang sering ditemui / muncul antara lain ;

  1. Jantung berdebar-debar,
  2. Nyeri ulu hati,
  3. Sesak nafas,
  4. Tidak nafsu makan,
  5. Susah tidur,
  6. Nyeri kepala atau nyeri seluruh tubuh,
  7. Lemas dan sulit menggerakkan anggota tubuh,
  8. Gejala lainnya.
 
Gejala-gejala itu sifatnya timbul ketika stressor terlalu berat. Gejala ini bisa hilang dan timbul lagi.
 
Bisa Anda bayangkan ketika Anda berada dalam posisi klien kami ini? Tentu hal ini sangat menjadi beban. Baik bagi diri sendiri dan juga keluarga. Jika dikalkulasi, sudah berapa juta saja kerugian yang ia alami.
 
Baik kerugian secara materi maupun non materi. Dengan kondisi kesehatannya yang terganggu, dia harus sering pergi ke dokter. Dia harus berhenti bekerja. Dia kehilangan momen yang indah dan membahagiaan bersama orang terdekat, teman, sahabat dan lainnya. Dan semua kerugian ini tidak semuanya dapat terbayarkan dengan uang.
 

Media Sugesti membantu Anda mengatasi psikosomatis juga tekanan batin lainnya. Dengan metode hipnoterapi yang dipadukan dengan ilmu psikologi. Efektif dan aman, tidak menimbulkan ketergantungan serta efek samping lainnya.

 
Media Sugesti beralamatkan Apartemen Puncak Kertajaya, Jl. Kertajaya Indah Regency, Surabaya. Anda bisa menghubungi kami di 085105224499 (WhatsApp, Telpon dan SMS).