Alkisah di suatu kerajaan, seorang Raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Sang Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan merasa sangat puas karena Sang Raja merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga.

Sang Raja ingin memberikan hadiah batu rubi tersebut kepada permaisuri tercinta pada saat ulang tahunnya. Tetapi saat batu tersebut dikeluarkan, terjadi kecelakaan sehingga batu tersebut jatuh dan tergores retak cukup dalam.

Cerita Inspirasi

Sang Raja merasa sangat sedih dan kecewa karena batu rubi untuk permaisurinya retak.

Dipanggilah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaikinya. Beberapa ahli permata telah datang ke istana.

Raja : Panggil seorang ahli batu kemari!

Pengawal : Baik baginda raja!

Tapi sayang, tidak ada satupun yang dapat memperbaiki batu rubi yang retak tersebut…

Ahli Batu : Maaf tuan raja, batu rubi Tuan raja tidak mungkin bisa kembali seperti semula.

Raja : Apa kamu bilang? Tidak bisa! Pengawal usir orang ini dari kerajaanku…

Sang Raja mengadakan pertemuan dengan Perdana menterinya untuk mencari solusi dari problem yang tengah dialaminya.

Raja : Perdana menteri, bagaimana ini? Apa kamu punya ide lain supaya batuku kembali seperti sedia kala?

Perdana Menteri : Bagaimana kalau kita adakan sayembara saja Baginda Raja?

Raja : Hmmm.. sayembara ya? kenapa tidak terpikir olehku… Baiklah, segera umumkan sayembara ini ke seluruh pelosok negeri… Siapapun boleh mengikutinya!

Kemudian sang Baginda Raja memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu.

Tak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya.

Mendengarnya, sang Raja memerintahkan untuk menghadap.

Si Bongkok : Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba meperbaikinya.

Raja : Baiklah, niat baikmu aku kabulkan…

Si Bongkok : Mohon maaf Raja, saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.

Dengan perasaan ragu dan putus asa, Raja pun setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.

Beberapa hari kemudian, dia menghadap Sang Raja. Sungguh menakjubkan! Batu retak telah dipahat menjadi bunga mawar yang sangat indah.

Raja : Terima kasih pak Tua (Si Bongkok). Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.

Si ahli permata pun pulang dengan gembira, bukan karena hadiah yang diterimanya, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah membuat Raja yang dicintainya berbahagia.

Sungguh luar biasa…. Di tangan seorang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai yang diciptakanya. Apalagi jika mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.

“TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI”

Sumber : Buku Terapi Berpikir Positif – Irwan Widiatmoko

#CeritaInspirasi #CeritaMotivasi #KataKataMotivasi #HipnoterapiSurabaya